Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label 8. Process. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 8. Process. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Oktober 2010

Proses Pembuatan Kain Sasirangan

1. Pendahuluan

Kain sasirangan banyak dibuat oleh pengusaha industri kecil di Kalimantan Selatan. Seperti halnya batik di Pulau jawa, kain sasirangan merupakan ciri khas daerah Kalimantan Selatan. Kain sasirangan adalah merupakan kain yang menerapkan proses pewarnaan dengan cara rintang yaitu dijahit menggunakan benang atau tali rafia menurut corak yang dikehendaki. Desain corak didapatkan dari jahitan atau dikombinasi dengan ikatan maupun komposisi warna yang dibuat. Kain sasirangan dapat dibuat dari bahan mori dengan berbagai kwalitas seperti mori primissima, mori prima, mori biru, mori voalissima, bahan sutera, rayon maupun synthetic.

2. Proses Awal / Persiapan (Penghilangan Kanji)

Dalam perdagangan biasanya kain dijual dalam keadaan telah difinish atau dikanji, dimana kanji tersebut dapat menghalangi penyerapan zat warna. Oleh karena itu kain harus diproses persiapan / penghilangan kanji agar kain mempunyai daya serap terhadap zat warna.

Untuk menghilangkan kanji dapat dilakukan dengan 3 cara :

Perendaman biasa, bahan direndam dalam air selama satu atau dua hari, kemudian dibilas. Cara ini tidak banyak disukai, karena banyak memakan waktu dan ada kemungkinan timbul mikro organisme yang akan merusak kain. Perendaman dengan asam, kain direndam dalam larutan asam sulfat atau asam chlorida selama satu malam. Apabila larutan dipanaskan pada suhu 35' C maka waktu pengerjaan dapat disingkat hingga menjadi 2 jam saja. Setelah proses maka kain dibilas dengan air sehingga bebas dari asam.
Rendaman dengan enzym, bahan dimasak dengan suatu larutan enzym (Rapidase, Novofermasol dan lain-lain) pada suhu 45' C selama 30 s/d 45 menit. Setelah pemasakan kain dicuci dalam air panas dua kali masing-masing 5 menit, kemudian dicuci dingin sampai bersih.

3. Pembuatan Pola Desain dan Jahitan.


Kain yang sudah bebas dari resin finish atau kanji maka siap dipotong guna diberi pola. Pemotongan kain menurut kebutuhan misalnya untuk kemeja , gaun selendang atau yang lain. Selanjutnya kain dijahit menggunakan benang sesuai pola dengan jarak 1 - 2 mm atau 2 -3 mm. Benang ditarik kencang samapai kain menjadi rapat dan membentuk kerutan-kerutan.

Benang berfungsi sebagai perintang oleh sebab itu bahan perintang mempunyai persyaratan-persyaratan sebagai berikut :

* Tidak dapat terwarnai oleh zat warna, sehingga mampu untuk mewarnai zat warna.
* Benang mempunyai konstruksi anyaman maupun twist benang yang padat.
* Mempunyai kekuatan tarik yang tinggi.
* Sebagai bahan perintang/pengikat dapat berupa : benang kapas, benang polyester, rafia, benang ban, serat nanas dan lainnya.

Pola atau motif yang dipakai pada kain sasirangan antara lain : kembang tampuk manggis, iris pudak, naga balimbur, bayam raja, kulit kayu, kulit kurikit, sarigading dan lain-lain.

4. Pewarnaan pada Kain

Pewarnaan adalah pemberian warna yang merata pada suatu bahan yang mempunyai sifat kurang lebih permanent. Pada umumnya pewarnaan terdiri dari melarutkan atau mendispersikan zat warna dalam air atau medium lain kemudian bahan tekstil dimasukkan atau dicolet dengan larutan tersebut sehingga terjadi penyerapan zat warna kedalam serat.

Yang penting dalam pewarnaan adalah kerataan warna pada bahan artinya terdapat kerataan yang maksimum dalam pembagian zat warna pada bahan. Masing-masing zat warna mempunyai cara pewarnaan yang berbeda dan pemakaian zat warna disesuaikan dengan jenis serat serta ketahanan luntur yang diinginkan.

Dalam proses pewarnaan kain sasirangan dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu :

Pencelupan. Apabila diinginkan hanya satu warna saja, maka dapat dikerjakan proses pencelupan. kain dicelup kedalam larutan zat warna dan obat-obat pembantu, sehingga kan dihasilkan kain berwarna yang merata kecuali pada bekas jahitan/sirangan akan tetap berwarna putih.
Pencoletan. Kain yang telah disirang diberi warna dengan cara dicolet di atas sirangannya maupun diantara sirangan. banyaknya warna bisa lebih dari satu atau dua warna tergantung dari motif dan macam warna yang diinginkan.
Pencelupan dan Pencoletan. Pada cara ini mula-mula kain dicelup warna muda sebagai dasar warna. Kemudian dicolet dengan warna yang lebih tua.

Sayarat-syarat zat warna antara lain :

* Harus mempunyai warna, jadi mengabsorpi cahaya tampak.
* Dapat larut dalam pelarut, umumnya air atau mudah dilarutkan.
* Zat warna harus mempunyai affinitas terhadap serat (dapat menempel).
* Mempunyai sifat yang cukup baik seperti : tahan cuci, tahan sinar.
* Zat warna harus dapat berdifusi pada serat.
* Zat warna harus mempunyai susunan yang stabil setelah meresap ke dalam serat.

Jenis Jenis zat warna yang dikenal antara lain :

* Zat warna Directt
* Zat wawrna Basis
* Zat warna Asam
* Zat warna Belerang
* Zat warna Hydron
* Zat warna Bejana
* Zat warna Bejana Larut
* Zat warna Napthol
* Zat warna Dispersi
* Zat warna reaktif
* Zat warna Rapid
* Zat warna Pigmen
* Zat warna Oksidasi

Selain zat warna di atas ada lagi zat warna yang kini lagi trend digunakan unutk menambah kesan anggun dan mewah pada kain digunakan yaitu zat warna prada. Pemberian warna prada dikerjakan pada bagian tertentu misalnya di tepi bekas sirangan maupun di tempat lain sesuai dengan yang diinginkan .

5. Pelepasan Jahitan, Pencucian dan Pengeringan

Setelah proses pewarnaan kain sasirangan, kemudian jahitan jelkujur pada kain di lepas. Setelah itu kain dicuci sampai bersih. kain yang sudah dicuci kemudian di jemur pada temapt yang sudah disediakan dengan syarat tidak boleh terkena sinar matahari.

6. Finishing

Proses terakhir yaitu proses penyempurnaan berupa merapikan kain agar tidak kumal yaitu dengan menyetrikanya. Penyetrikaan dilakukan secara manual dengan menggunakan setrika listrik. Kegiatan ini dilakukan secara hati-hati apalagi kalau bahan yang disetrika terbuat dari kain sutera.

http://www.facebook.com/note.php?note_id=124113872808

Proses Pembuatan Diapers Anannda


Ananndapers diciptakan dengan filosofi dasar go green and recycling. Sebagian besar material penyusun Ananndapers ini berasal dari kain-kain sisa industri garmen. Dengan prinsip ini, maka biaya produksi Ananndapers dapat ditekan jauh di bawah harga produk kompetitornya yang selevel. Konsekuensinya, pilihan warna yang tersedia pada produk Ananndapers tidak bisa dijaga konstan. Produsen Ananndapers jarang sekali men-stok bahan baku dalam jumlah besar.

Namun demikian produsen Ananndapers sama sekali tidak akan berkompromi terhadap kualitas bahan baku dan standar produksi. Ananndapers dibuat dari beraneka bahan kain yang dipilih secara sangat selektif, dan 100% terbebas dari bahan plastik. Ananndapers juga hanya dihasilkan oleh konfeksi yang berpengalaman dalam pembuatan jaket kulit. Hal itu merupakan syarat penting karena desain Ananndapers menuntut ketelitian dan ketrampilan tingkat tinggi untuk mewujudkannya. Sedikit saja terjadi kesalahan, maka kekompakan bentuk yang dihasilkan akan berbeda, yang akan berakibat semakin mudah terjadinya kebocoran.

Kain dalamnya (innner cloth) menggunakan bahan kain flannel khusus yang sangat tinggi penyerapannya. Untuk edisi diapers ekstra serap, maka bahan kain yang dipilih adalah dari jenis tetra yang diisi dengan kain mikro fiber khusus yang mampu menyimpan air dalam jumlah besar. Meskipun berdaya serap tinggi, ia tetap bukan tandingan pampers kimia sekali pakai yang menggunakan sistem gel. Oleh karenanya, penting bagi para ibu untuk tidak membandingkan diapers kain dengan pampers sekali pakai, tetapi dengan sesama diapers kain yang beragam jenisnya.

Kain terluarnya (outer cloth) dipilih dari jenis kain parasut yang langka tersedia di pasaran. Bahan ini sangat tipis, warna-warnanya cantik dan menarik serta mampu menahan air secara sempurna. Salah satu kriteria penting dari kualitas kain parasut adalah suara yang ditimbulkannya ketika bergesekan. Semakin halus terdengar suara gesekannya, semakin baik pula jenis kain parasut yang digunakan. Bahan parasut yang tipis dan lembut gesekannya itulah yang digunakan oleh Ananndapers.



Paduan antara desain yang sangat inovatif, bahan-bahan dengan kualitas terbaik dan tangan-tangan trampil yang mampu mewujudkannya dengan akurasi tinggi itulah yang membuat produk Ananndapers dapat sampai ke tangan Anda hari ini.

http://www.anakbunda.net/page.php?proses-pembuatan-diapers

Definisi Proses

Menurut definisinya, proses adalah serangkaian langkah sistematis, atau tahapan yang jelas dan dapat ditempuh berulangkali, untuk mencapai hasil yang diinginkan. Jika ditempuh, setiap tahapan itu secara konsisten mengarah pada hasil yang diinginkan.
Banyak contoh proses yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari di sekitar kita, yang mungkin tidak kita sadari: Mobil merupakan hasil dari proses manufaktur. Begitu pula pakaian, rumah, bahkan roti yang kita makan, semua merupakan hasil dari suatu proses yang dapat menjamin kualitasnya.
Proses penjualan menentukan dan mencatat setiap tahapan yang secara keseluruhan mengarah pada produktivitasnya. Aktivitas penjualan yang tidak mengikuti setiap tahapan tersebut cenderung berakhir dengan kegagalan. Asalkan terencana dan tertata bagus, proses penjualan yang berisi sejumlah tahapan itu akan dapat membantu Anda rnengidentifikasi, menganalisis, mengkualifikasi, mengukur peluang, untuk kemudian menentukan tahapan selanjutnya. Jika ingin bagus, perencanaan proses penjualan harus mengacu pada cara transaksi yang diinginkan pelanggan, dan tidak mengacu pada selera salespeople.
Apa Perlunya Proses Penjualan?
Sederhananya adalah agar siapapun yang terlibat dalam aktivitas penjualan tahu langkah apa saja yang perlu dilakukan berikutnya demi meningkatkan peluang keberhasilan menjual. Lagi pula, dalam situasi sekarang ini, hanya sebagian kecil saja kampanye penjualan yang dapat sukses oleh rancangan satu orang. Siklus penjualan Anda berupa transaksi yang melibatkan cuma satu peristiwa, atau serangkaian peristiwa dalam jangka waktu yang lebih panjang, tidak masalah. Yang terpenting adalah Anda tahu apa yang harus Anda lakukan dan kapan melakukannya.
Dengan menggunakan proses penjualan, orang dan perusahaan dapat:
·        Menentukan langkah selanjutnya yang memperbesar peluang sukses.
·        Mendiagnosis kelemahan di tingkat perorangan maupun kelompok dan memperbaikinya.
·        Mengukur tingkat kemajuan program penjualannya pada setiap peluang yang ada.
·        Memprediksi revenue yang dapat diperoleh dari setiap peluang yang ada.

http://kakilimasubang.wordpress.com/2008/07/09/definisi-proses/

Gula sebagai Katalis Proses Produksi Biodiesel

Peneliti-peneliti dari Jepang berhasil menemukan bahwa gula dapat dipergunakan sebagai katalisator dalam proses produksi biodiesel. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam majalah ilmiah terkemuka Nature edisi 438 tanggal 10 November 2005. Dalam penelitian tersebut terlebih dahulu dilakukan pirolisa gula pada suhu di atas 300 derajat Celsius untuk membentuk struktur karbonasi yang tidak sempurna, kemudian ditambahkan gugus sulfonat, dan akhirnya terbentuk struktur lembar karbon polisiklis aromatik berisikan gugus sulfonat. Senyawa inilah yang dijadikan katalis dalam produksi biodiesel. Dengan penemuan ini produksi biodiesel melalui proses transesterifikasi menjadi relatif lebih hemat biaya produksi.

Proses Transesterifikasi dan Produksi Biodiesel
Produksi biodiesel dari tumbuhan yang umum dilaksanakan yaitu melalui proses yang disebut dengan transesterifikasi. Transesterifikasi yaitu proses kimiawi yang mempertukarkan grup alkoksi pada senyawa ester dengan alkohol. Untuk mempercepat reaksi ini diperlukan bantuan katalisator berupa asam atau basa. Asam mengkatalisis reaksi dengan mendonorkan proton yang dimilikinya kepada grup alkoksi sehingga lebih reaktif.
Pada tanaman penghasil minyak, cukup banyak terkandung asam lemak. Secara kimiawi, asam lemak ini merupakan senyawa gliserida. Pada proses transesterifikasi senyawa gliserida ini dipecah menjadi monomer senyawa ester dan gliserol, dengan penambahan alkohol dalam jumlah yang banyak dan bantuan katalisator. Senyawa ester, pada tingkat (grade) tertentu inilah yang menjadi biodiesel. Dalam proses transesterifikasi untuk produksi biodiesel dari tumbuhan, biasanya digunakan asam sulfat (H2SO4) sebagai katalisator reaksi kimianya.
Selain proses transesterifikasi, dalam produksi biodiesel juga melalui tahapan : pengempaan jaringan tanaman (misalnya biji) menghasilkan minyak mentah ; pemisahan (separator) fase ester dan gliserin ; serta pemurnian / pencucian senyawa ester untuk menghasilkan grade bahan bakar (biodiesel).
Gula, sebagai Katalisator Produksi Biodiesel, manfaat bagi Indonesia
Meskipun berbagai jenis bahan kimia dianggap cukup berhasil dipergunakan sebagai katalisator dalam proses transesterifikasi untuk produksi biodiesel, akan tetapi bahan-bahan seperti ini dianggap cukup mahal untuk dipergunakan dalam suatu proses produksi berskala besar. Di samping itu, limbah bahan-bahan kimia ini tentunya akan menjadi masalah lingkungan tersendiri.
Penggunaan gula yang telah diubah bentuknya cukup prospektif untuk dipergunakan sebagai katalisator proses transesterifikasi ini. Gula sebagaimana kita ketahui, merupakan senyawa organik yang limbahnya dapat didaur ulang. Selain itu, gula dianggap relatif lebih murah untuk dipergunakan untuk sebuah proses produksi berskala besar, dibandingkan bahan kimia asam sulfat atau asam dan basa lainnya.
Berita hasil penelitian ini tentunya cukup bermanfaat bagi Indonesia. Indonesia melalui koordinasi Menko Kesejahteraan Rakyat, saat ini sedang giat-giatnya mengkampanyekan pengembangan energi terbarukan ‘biodiesel’, terutama dari tanaman jarak pagar (Jatropha curcas). Salah satu BUMN yang cukup mendukung pengembangan biodiesel ini adalah PT. RNI (Rajawali Nusantara Indonesia). Sebagai badan usaha yang mempunyai bidang usaha utama (core business) pada manajemen pabrik gula nasional, hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan dalam meningkatkan efisiensi produksi biodiesel, yaitu dengan menggunakan gula sebagai katalisator produksinya.

http://www.kamusilmiah.com/teknologi/gula-sebagai-katalis-proses-produksi-biodiesel/

Inilah Proses Pembuatan Sepatu boots yg terbuat dari Kain Wol



Quote:

Di Negara negara Eropa sana sepatu boots yang terbuat dari wol sangat di gemari oleh masyarakat bahkan artis artis Holywood banyak yang memakai nya.dan sekarang kita akan melihat Proses Pembuatan Sepatu tersebut di salah satu Pabrik yang berada di Rusia.
penasaran??
let's Cekidot, keren abis gan!. 







Spoiler for :
Felt boots are being made of several kinds of wool. After the kneading, wool is chopped and transferred to a blending tower.


Spoiler for :
Under pressure, wool is transferred from blending towers to the shop floors and packed into special wool beating machines.


Spoiler for :


Spoiler for :


Spoiler for :


Spoiler for :


Spoiler for :


Spoiler for :
Afterwards, the newborn cotton wool is being shaped into to-be valenok by hand


Spoiler for :
[IMG]Afterwards, the newborn cotton wool is being shaped into to-be valenok by hand[/IMG]


Spoiler for :


Spoiler for :


Spoiler for :


Spoiler for :


Spoiler for :


Spoiler for :
Then the shaping process goes in.


Spoiler for :


Spoiler for :


Spoiler for :

Spoiler for :


Spoiler for :
A bit after the valenki are shrinked on a metal shoetree and stay there for 8 hours approximately.


Spoiler for :


Spoiler for :


Spoiler for :


Spoiler for :


Spoiler for :



Spoiler for :
Duty operator person.

Spoiler for :
In finishing shop they clear the nap off the felt boots.


Spoiler for :

Spoiler for :


Spoiler for :
Then they sort the boots out and pair them



Spoiler for :

Spoiler for :
If the rubber soil is needed, the valenki are being sent to a curing room

Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :
And the last stage is a room where all the felt boots are smartened.


Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :


Spoiler for :


Spoiler for :

http://www.indogamez.com/forum/Inilah-Proses-Pembuatan-Sepatu-boots-yg-terbuat-dari-Kain-Wol